Penyakit Berbahaya: Septikemia, Multiplikasi Bakteri dalam Darah

- Redaktur

Kamis, 24 Agustus 2023 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyakit Berbahaya: Septikemia, Multiplikasi Bakteri dalam Darah

Penyakit Berbahaya: Septikemia, Multiplikasi Bakteri dalam Darah

BERITALOGISeptikemia terjadi saat jenis bakteri tertentu masuk dalam aliran darah manusia. Penyakit ini harus diobati dengan segera jika Anda tak ingin komplikasi fatal terjadi. Rata-rata orang yang mengalami septikemia umumnya merupakan orang yang sebelumnya sudah menderita kondisi medis, suatu penyakit. Mari baca selengkapnya.

Penjelasan Septikemia

Nama lain dari septikemia yakni keracunan darah (Blood poisoning). Septikemia terjadi karena adanya multiplikasi bakteri dalam tubuh, hal ini sama saja seperti tubuh penderita menjadi rumah dari berbagai bakteri, di mana bakteri hidup leluasa pada organ-organ tubuh manusia, mulai dari kulit, mulut, saluran kemih, hingga usus.

Bakteri tersebut akan mengakibatkan masalah apabila sudah masuk aliran darah, belum lagi jika sistem antibodi tubuh orang yang mengalami penyakit ini sedang lemah, sehingga antibodi tubuh tak mampu lagi melawan organisme asing tersebut.

Antibodi tubuh yang lemah

Seperti disebutkan sebelumnya, seseorang dengan antibodi tubuh yang lemah akan rentan terserang. Orang yang menderita penyakit, sistem antibodi tubuh mereka akan terganggu dan sedang tidak dalam kondisi prima, sehingga rentan mengalami penyakit ini. Efek pertumbuhan bakteri dengan jumlah besar serta racun yang bakteri lepaskan dalam darah akan lebih besar pada kasus ini.

Bakteri

Untuk jenis bakteri yang menyebabkan septikemia antara lain:

  1. Pneumococcus
  2. E. Coli
  3. Pseudomonas
  4. Klebsiella
  5. Streptococcus
  6. Staphylococcus

Gejala-gejala Septikemia

Penyakit ini terkadang tak menimbulkan gejala khusus. Apabila memang disertai gejala, maka rata-rata gejala yang muncul adalah sebagai berikut ini:

  • Penderita merasa tidak sehat terus-terusan
  • Demam tinggi, mendadak menggigil
  • Sakit perut
  • Gejala gangguan gastrointestinal, contohnya muntah, diare, dan mual
  • Sesak nafas
  • Cemas dan bingung
  • Denyut jantung cepat, atau takikardia

Dari pembahasan diatas, Anda kini tahu betapa pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Sebab, jika anda mempunyai tubuh yang sehat, maka tentu saja pertahanan tubuh terhadap serangan septikemia dalam kondisi 100%, sehingga kemungkinan terserang penyakit inipun akan sangat kecil.

Sistem kekebalan tubuh seseorang umumnya sudah bisa mengatasi invasi bakteri dalam skala kecil pada aliran darah tanpa membutuhkan waktu yang lama, karena itu bakteri tersebut tak akan lagi mempunyai kesempatan berkembang biak, dan menyebabkan gejala penyakit. Salah satu contohnya yakni dengan menyikat gigi, bisa mendorong bakteri mulut untuk masuk dalam aliran darah dari gusi, tetapi Cuma akan mengakibatkan septikemia jangka pendek.

BACA JUGA :   Begini Cara Menaikkan HB Tanpa Transfusi Darah

Berbeda halnya orang yang sebelumnya telah mempunyai kondisi medis atau penyakit tertentu maka akan lebih beresiko terserang penyakit ini, sebab sistem antibodi tubuh orang tersebut sudah melemah, tak lagi bisa melawan bakteri. Dan kasus seperti ini juga dapat berlaku pada bayi yang baru lahir maupun lansia. Karena dikategorikan sebagai kelompok yang rentan pada serangan septikemia.

Alternatif Pengobatan Septikimia

 

Alternatif untuk pengobatan penyakit keracunan darah ini bergantung dari faktor penyebab infeksinya, serta apakah terjadi komplikasi atau tidak, tetapi beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Obat intravena, meningkatkan tekanan darah, termasuk kasus syok septik
  2. Cairan infus, membantu menjaga tekanan darah, termasuk kasus syok septik
  3. Operasi pengangkatan, drainase pada lokasi infeksi primer, contohnya abses
  4. Pengangkatan pada peralatan medis invasif, contohnya kateter

Selain itu juga termasuk pengobatan antibiotik, dengan intravena.

Pengobatan secara cepat bisa menyelamatkan nyawa penderita. Bahkan kadang kala dokter sudah memulai pengobatan antibiotik walaupun hasil tes laboratorium belum keluar, karena penyakit ini begitu berbahaya. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyakit jadi bertambah parah.

Sekian artikel tentang Septikemia, multiplikasi bakteri dalam darah, semoga bermanfaat.

 

Berita Terkait

Misteri Mimpi Bertemu Putri Duyung: Pertanda Baik atau Buruk?
Kisah Sukses Wanita Tangguh Mantan TKW: Dari TKW Hongkong hingga Pemilik Usaha Basreng yang Laris Manis di Indonesia
Cerkak Bahasa Jawa, Masih Tetap Bertahan dan Tak Tergerus Modernisasi Zaman
7 Olahraga Mengecilkan Perut Buncit dengan Cepat
Pemberian Visa Kunjungan Merupakan Kewenangan dari Siapa?
15 Aliran Seni Lukis Lengkap dengan Ciri-ciri dan Tokoh yang Mempopulerkannya
5 Alasan Kenapa Naik Transportasi Shuttle itu Lebih Nyaman
6 Masalah Kesehatan di Indonesia yang Sampai Sekarang Masih Ada

Berita Terkait

Kamis, 23 November 2023 - 15:55 WIB

Misteri Mimpi Bertemu Putri Duyung: Pertanda Baik atau Buruk?

Selasa, 26 September 2023 - 12:05 WIB

Cerkak Bahasa Jawa, Masih Tetap Bertahan dan Tak Tergerus Modernisasi Zaman

Sabtu, 23 September 2023 - 12:05 WIB

Pemberian Visa Kunjungan Merupakan Kewenangan dari Siapa?

Jumat, 22 September 2023 - 12:05 WIB

15 Aliran Seni Lukis Lengkap dengan Ciri-ciri dan Tokoh yang Mempopulerkannya

Kamis, 21 September 2023 - 12:05 WIB

5 Alasan Kenapa Naik Transportasi Shuttle itu Lebih Nyaman

Rabu, 20 September 2023 - 12:04 WIB

6 Masalah Kesehatan di Indonesia yang Sampai Sekarang Masih Ada

Selasa, 19 September 2023 - 12:26 WIB

6 Home Industri dengan Keuntungan Menjanjikan, Modal Minim dan Resiko Sangat Kecil

Selasa, 19 September 2023 - 11:39 WIB

5 Cara Menghindari Konflik Saat Liburan dengan Teman

Berita Terbaru

Pendidikan

Cara Mengatasi Kelemahan Problem Based Learning (PBL)

Jumat, 24 Nov 2023 - 10:59 WIB

Pendidikan

Cara Mengatasi Kelemahan dan Kelebihan PBL

Jumat, 24 Nov 2023 - 10:48 WIB