Beberapa Botol Miras di Dekat Jenazah, Ini Fakta Meningalnya Putri Pj Gubernur Papua Pegunungan

- Redaktur

Minggu, 21 Mei 2023 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa Botol Miras di Dekat Jenazah, Ini Fakta Meningalnya Putri Pj Gubernur Papua Pegunungan

Beberapa Botol Miras di Dekat Jenazah, Ini Fakta Meningalnya Putri Pj Gubernur Papua Pegunungan

BERITALOGI – Kasus meninggalnya putri Pj Gubernur Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo, pada malam Kamis (18/5) menimbulkan banyak pertanyaan yang belum terjawab. Alasan kematian belum terungkap dan masih sedang diselidiki oleh pihak kepolisian.

Ditemukan meninggal di sebuah kos-kosan ABK (16), putri Pj Gubernur Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo, ditemukan meninggal di sebuah rumah kos-kosan di Jalan Pawiyatan Luhur Bendan Ngisor, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada malam Kamis (18/5).

Polisi telah melakukan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara/TKP. Beberapa botol minuman keras ditemukan di dekat jenazah korban. Selain itu, dari pemeriksaan fisik, terdapat luka lecet pada tubuh korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk keperluan penyelidikan, polisi telah mengangkut jenazah ke ruang jenazah Rumah Sakit Dokter Kariadi Semarang untuk dilakukan autopsi.

Mencari teman laki-laki Berdasarkan keterangan beberapa saksi, sebelum meninggal, korban ABK pergi bersama seorang teman dekatnya yang bernama AN. Polisi masih mencari keberadaan AN hingga saat ini.

Autopsi jenazah Polisi telah melakukan autopsi terhadap jenazah ABK setelah mendapat persetujuan dari keluarga. Autopsi dilakukan di Rumah Sakit Dokter Kariadi Semarang pada Jumat (19/5).

“Keluarga sudah memberikan persetujuan. Ibu korban sendiri datang ke Polrestabes Semarang. Kami berharap dapat menemukan penyebab kematian korban,” ujar Kombes Polisi Irwan Anwar, Kapolrestabes Semarang, di kantornya pada Jumat (19/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama proses autopsi, ibu korban menunggu di rumah sakit. Sementara itu, Nikolaus saat itu sedang dalam perjalanan menuju Semarang.

Tim dokter masih perlu melakukan analisis lebih lanjut di Laboratorium Forensik/Labfor terkait hasil forensik tersebut.

“Belum ada kesimpulan. Kami perlu melakukan analisis lebih lanjut di Labfor,” ujar dr. Uva Utomo, salah satu anggota tim dokter forensik RS Kariadi Semarang, pada Jumat (19/5).

Setelah selesai dilakukan autopsi dan pembersihan, jenazah ABK langsung dibawa ke rumah keluarga di Perumahan Plamongan Indah, Semarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jenazah diberangkatkan dari RS Dokter Kariadi Semarang sekitar pukul 20.00 WIB pada malam Jumat. Nikolaus juga ikut serta dalam prosesi pemakaman.

Kisah sang ayah Nikolaus telah memberikan pernyataan mengenai kematian putrinya. Ia mengatakan bahwa ABK sering berbagi cerita dengannya, tetapi tidak pernah menyebutkan masalah asmara. Menurutnya, anaknya senang bercerita tentang kegiatan sehari-hari.

BACA JUGA :   Kapalan: Faktor Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya

“Putri saya sering bercurhat kepada saya, tetapi tidak pernah membicarakan hal-hal asmara. Dia biasanya berdiskusi dengan saya tentang film-film yang ditontonnya,” kata Nikolaus di Semarang pada Sabtu (20/5).

Nikolaus menyebut putrinya juga tertarik dengan isu hukum dan sering bertanya tentang tugas jaksa. Nikolaus sendiri merupakan mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua.

“Putri saya tertarik dengan proses hukum dalam film-film China. Dia senang berdiskusi dengan saya, bertanya tentang apa itu jaksa, dan jika dia ingin menjadi jaksa,” ungkapnya.

Meninggal karena kekerasan Kombes Polisi Irwan Anwar, Kapolrestabes Semarang, menyatakan bahwa ABK diduga mengalami kekerasan sebelum menghembuskan nafas terakhir.

“Mengapa dia meninggal? Itu juga akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap tiga hal, serta dugaan adanya kekerasan seksual,” kata Irwan.

Irwan menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan forensik terhadap jenazah ABK. Namun, mereka masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian ABK.

“Namun, kami masih perlu pemeriksaan mikrobiologi, patologi, dan toksikologi untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih jelas. Kami masih menunggu hasil dari tim medis,” jelasnya.

Berita Terkait

5 Fakta dan Kisah 3 Relawan Indonesia di RS Gaza yang Selamat dari Ancaman Konflik
Debut Gemilang Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024: Berada dalam Grup Tantangan Bersama Qatar, Australia, dan Yordania
Penetapan Tersangka Firli Bahuri: Presiden Jokowi Hormati Proses Hukum
Kontroversi Surat Lama Osama bin Laden Viral di TikTok: Dampak, Respon Pemerintah, dan Sejarah Kontroversial
Polres Banjar Turut Mengikuti Kegiatan Apel Siaga Bencana BBWS Citanduy Bersama Pemkot Banjar
Optimisasi Target Pendapatan PKB 2023: Kabupaten Pangandaran Menduduki Peringkat Tertinggi di Jawa Barat
Indonesia Adventure Race 2023: Menjelajahi Keindahan Alam Pangandaran dan Mendorong Ekonomi Lokal
Polda Metro Jaya Terus Mendalamkan Penyelidikan Kasus Pemerasan: Sorotan Terhadap Keterlibatan Pimpinan KPK Firli Baharudin

Berita Terkait

Kamis, 23 November 2023 - 15:55 WIB

Misteri Mimpi Bertemu Putri Duyung: Pertanda Baik atau Buruk?

Selasa, 26 September 2023 - 12:05 WIB

Cerkak Bahasa Jawa, Masih Tetap Bertahan dan Tak Tergerus Modernisasi Zaman

Sabtu, 23 September 2023 - 12:05 WIB

Pemberian Visa Kunjungan Merupakan Kewenangan dari Siapa?

Jumat, 22 September 2023 - 12:05 WIB

15 Aliran Seni Lukis Lengkap dengan Ciri-ciri dan Tokoh yang Mempopulerkannya

Kamis, 21 September 2023 - 12:05 WIB

5 Alasan Kenapa Naik Transportasi Shuttle itu Lebih Nyaman

Rabu, 20 September 2023 - 12:04 WIB

6 Masalah Kesehatan di Indonesia yang Sampai Sekarang Masih Ada

Selasa, 19 September 2023 - 12:26 WIB

6 Home Industri dengan Keuntungan Menjanjikan, Modal Minim dan Resiko Sangat Kecil

Selasa, 19 September 2023 - 11:39 WIB

5 Cara Menghindari Konflik Saat Liburan dengan Teman

Berita Terbaru

Pendidikan

Cara Mengatasi Kelemahan Problem Based Learning (PBL)

Jumat, 24 Nov 2023 - 10:59 WIB

Pendidikan

Cara Mengatasi Kelemahan dan Kelebihan PBL

Jumat, 24 Nov 2023 - 10:48 WIB