Sloof: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menghitung Strukturnya

Admin

0 Comment

Link

BERITALOGI – Sewaktu membangun sebuah rumah hingga gedung ada banyak sekali elemen penting yang rumit. Dalam sebuah proyek konstruksi terdapat istilah sloof. Elemen ini sangat penting bagi proses konstruksi karena perannya sebagai penopang bangunan yang Anda diami.

Namun, masih banyak orang awam yang belum tahu banyak mengenai sloof. Artikel ini akan membahas tentang sloof. Mulai dari pengertian sloof, fungsi sloof, hingga cara menghitung struktur sloof yang baik. Simak ulasan artikel di bawah ini sampai selesai.

Pengertian Sloof

Sloof adalah bagian dari struktur sebuah bangunan, letaknya ada di bagian atas pondasi bangunan dalam bentuk horizontal. Sloof termasuk ke dalam jenis konstruksi beton bertulang. Umumnya sloof untuk bagian bangunan yang ada di lantai dasar dan berguna sebagai penahan beban pada struktur bangunan yang lainnya.

Fungsi Sloof

Sloof masih masuk ke dalam struktur pondasi bangunan. Fungsi dari sloof adalah menahan beban dari bangunan bagian atas ke pondasi. Dengan adanya sloof ini, beban bangunan akan terdistribusi ke setiap titik pondasi, sehingga tidak bertumpu pada satu titik pondasi saja.

Selain itu, sloof juga memiliki fungsi sebagai pemikul dan pengunci dinding rumah. Supaya struktur dinding rumah bisa tegak dan berdiri pada beton. Maka tidak akan ada penurunan ataupun pergerakan dari dinding. Atau dengan kata lain sloof berfungsi mengatasi dinding rumah roboh ketika terjadi pergerakan tanah.

Di samping itu juga sloof memiliki fungsi lain, yakni sebagai penahan gaya beban pada dinding, untuk mengikat kolom, dapat meratakan gaya beban dinding di pondasi rumah, dan sebagai balok penahan gaya reaksi tanah yang telah tersalurkan melalui pondasi lajur.

Jenis Sloof

Sloof memiliki beberapa macam bentuk struktur, berikut adalah jenis struktur sloof yang umum diterapkan dalam proyek konstruksi bangunan-bangunan di Indonesia.

1.  Konstruksi Sloof Beton Bertulang

Apabila bangunan yang menjadi proyek konstruksi berupa gedung atau rumah satu lantai, sloof jenis ini bisa berada di atas pondasi dari batu kali. Ukuran tinggi atau lebar sloof beton bertulang ini dapat lebih dari 15-20 cm.

2.  Konstruksi Sloof Batu Bata

Jenis konstruksi sloof jenis ini terdiri dari susunan batu bata. Pemasangannya dengan cara melintang. Kemudian terdapat adukan yang terdiri dari campuran semen portland dan pasir dengan perbandingan 1:4. Campuran tersebut untuk mengikat sloof. Sayangnya konstruksi sloof jenis ini tidak baik, karena tidak dapat mendistribusikan beban.

3.  Konstruksi Sloof Kayu

Umumnya konstruksi sloof jenis kayu ini untuk membangun rumah panggung yang berpondasi tiang kayu. Sloof dapat menjadi balok pengapit. Pilihlah balok tunggal bila sloof kayu terletak pada atas pondasi lajur yang terbuat dari beton atau kayu.

Cara Menghitung Kebutuhan Besi Sloof

Sebelum memasang sloof, perlu ketelitian dan kehati-hatian dalam menghitungnya. Di bawah ini adalah cara menghitung kebutuhan besi sloof agar Anda dapat mendapatkan jumlah kebutuhan besi sloof dengan tepat.

Contoh Cara Menghitung Kebutuhan Sloof:

Apabila Anda akan menghitung kebutuhan besi sloof dengan panjang total 240 m, ukuran sloof 18 cm x 25 cm, besi pokok 10 buah dengan diameter 15 mm, dan jarak besi sengkang 20 cm memakai besi 10 mm. Cara menghitungnya dengan:

  1. Jumlah besi pokok berukuran 15 mm yang Anda butuhkan = 240 m x 10 : 12 m (ukuran standar sloof yang tersedia di pasaran) = 200 batang. Sangat dianjurkan bagi Anda untuk membeli jumlah besi lebih banyak dari  perhitungan, karena adanya stek penguat sambungan sehingga membutuhkan besi pokok lebih banyak.
  2. Jumlah besi sengkang berukuran 10 mm yang Anda butuhkan = 240 m : 0,2 = 1.200 buah besi sengkang.
  3. Lalu besi balok sloof nantinya akan tertimpa beton cor di sekelilingnya setebal 4 cm. Apabila ukuran sloof 15 x 20 cm, cara menghitung panjang satu buah besi sengkang jika Anda bentangkan:

Ukuran sloof 15 x 20 memiliki dua sisi lebar sebesar 15 cm dan panjang 20 cm. Maka, 15 – 8 = 9 cm dan 20 – 8 = 12 cm. Bila besi sengkang Anda bentangkan maka menjadi = (9×2)+(12×2)+4(4) = 58 cm.

Keterangan: 4 cm sebagai pengunci pada tiap ujung besi sengkang.

  1. Jumlah besi sengkang yang harus Anda beli = 58 x 1200 = 69600 cm => 696:12 (ukuran standar sloof yang tersedia di pasaran) = 58.
  2. Kawat beton untuk pengikat cukup membeli 4 kg (4 gulung).

Menghitung Bekisting Sloof

Hitungan bekisting sloof menggunakan satuan meter persegi (m²). Bekisting sloof nantinya memanjang di kedua sisi. Caranya dengan mengalikan tinggi dan panjang sloof kemudian mengalikan lagi dengan 2. Umpamakan panjang sloof sama dengan panjang pondasi yakni 30 m.

Volume bekisting = panjang sloof x tinggi sloof x 2

Volume bekisting = 30 x 0,2 x 2

Volume bekisting = 12 m²

Menghitung Ukuran Sloof Rumah 1 Lantai

Diameter besi tulangan untuk bangunan rumah satu lantai umumnya memiliki dimensi ukuran sebesar 15 x 20 cm. Besi tulangan berjumlah 4 buah dengan diameter 10 mm. Untuk begel, umumnya berdiameter 8 mm dengan jarak 15 cm.

Menghitung Ukuran Sloof Rumah 2 Lantai

Kemudian cara menghitung kebutuhan material sloof untuk ukuran rumah dua lantai, umumnya menggunakan sloof berdimensi 20 x 30 cm. Lalu memakai besi bertulang sebanyak 6 buah dengan diameter 12 mm. Selanjutnya ukuran begel berdiameter 8 mm dengan jarak 10 cm.

Itu dia informasi lengkap mengenai sloof. Mulai dari pengertian sloof, fungsi sloof, jenis sloof, sampai cara menghitung ukuran sloof untuk rumah dua lantai. Setelah mengetahuinya, sekarang Anda sudah dapat memilih dan menghitung kebutuhan sloof untuk konstruksi rumah Anda supaya kuat dan kokoh.

Share:

Related Post

Leave a Comment